Sekilas Desa

DESA REKSOSARI

Desa Reksosari merupakan desa yang terletak di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Desa ini memiliki luas sebesar 505.935 Ha dan memiliki batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara        : Desa Krandon Lor
  • Sebelah Selatan      : Desa Purworejo
  • Sebelah Barat         : Desa Suruh
  • Sebelah Timur        : Desa Medayu

Desa ini tergolong desa yang sangat maju. Hal ini dapat dilihat dari sistem pemerintahan desa yang telah maju dan memiliki berbagai macam fasilitas mulai dari sarana olahraga, sosial hingga pendidikan.

Desa Reksosari memiliki 6 dusun, yang terdiri dari

  • Dusun Reksosari
  • Dusun Kepundung
  • Dusun Karangsalam
  • Dusun Ngayon
  • Dusun Bawangan
  • Dusun Banjarsari
 

SEJARAH DESA

Tidak ada bukti tertulis tentang asal-usul sejarah Desa Reksosari, tetapi dapat dipastikan bahwa Desa Reksosari telah menjadi pemukiman yang senantiasa jumlahnya semakin bertambah seiring perjalanan waktu. Keterangan mengenai asal-usul Desa Reksosari yang dikemukakan oleh beberapa orang tua dihubungkan antara keberadaan seorang tokoh tertentu dengan dusun atau dukuh yang kemudian menjadi bagian Desa Reksosari.

 

Dusun Reksosari

Menurut kisah nama Dusun Reksosari berhubungan dengan Ngreso, salah satu dusun di Desa Reksosari, sementara itu nama Ngreso berhubungan erat dengan dua orang tokoh yaitu Mbah Reso Santiko yang seorang Garong yang mempunyai kesaktian luar biasa, namun sangat dermawan yang cepat tangan membantu orang miskin dan mempunyai banyak pengikut. Sedangkan tokoh satunya yaitu Mbah Reso Manggolo yaitu seorang Demang Dusun ini, kemudian tempat dimana Mbah Reso tinggal dinamakan Ngreso sedangkan tambahan kata sari diberikan oleh Wedana Tengaran sehingga nama dusun ini menjadi Reksosari, dan lurah terakhir sebelum digabung dengan tiga kelurahan lainnya dijabat oleh Reso Diharjo yang ayah dari Lurah Sartro Karlin.

 

Dusun Karangsalam

Dusun Karangsalam berhubungan erat dengan nama Brojo Lintang seorang prajurit Pangeran Diponegoro yang melarikan diri dari kerajaan Belandadan dianggap orang pertama yang bertempat tinggal di dusun ini, adapun nama dusun ini dinamakan Karangsalam diberikan oleh Raden Salamun yang merupakan teman seperjuangan dengan Brojo Lintang, nama Karangsalam diambil dari nama Salamun ditambah Karang yang artinya tempat sedangkan tambahan salam yang berarti selamat atau selamat dari kejaran Belanda. Sedang orang yang memimpin/menjadi Demang pertama Kademangan Karangsalam bernama Mangun Yudo, sampai Kademangan ini di gabung/diblengket.

Dusun Bawangan

Dusun Bawangan yang menjadi pusat pemerintahan Desa Reksosari mempunyai cerita lain, adalah kisah Kyai dan Nyai Bawang sebagai tokoh Islam yang pernah hidup di desa ini, tempat tinggal Kyai dan Nyai Bawang yang kemudian oleh orang disebut Dusun Bawangan.

 

Dusun Kepundung

Mempunyai kisah tentang seorang ahli membuat keris (empu) yang diusir dan kemudian menetap di suatu tempat, kemudian tempat itu dikenal dengan Dusun Kepundung yang berasal dari ungkapan Empu sing ditundung. Selanjutnya yang menjadi Demang pertama di Dusun Kepundung adalah Rono Yudo yang berasal dari Babatan Wonosegoro yang masih keturunan Keraton Surakarta, karena lamanya dia dipercaya masyarakat menjadi Demang sampai tua, maka dia dikenal dengan Demang Lepok. Karena semua keturunan Demang Lepok/Rono Yudo tidak ada yang mau menggantikannya menjadi Demang, maka diadakan pilihan Demang dan terpilihlah Pawiro Dijoyo menjadi Demang Dusun Kepundung yang kedua dan terakhir kalinya, karena setelah itu terjadi penggabungan/blengketan.

 

Dusun Banjarsari

Asal usul Dusun ini bernama Karangjati diambilkan dari nama seorang tokoh bernama Ki Ageng Karang, sedangkan nama jati karena dusun ini dulunya merupakan hutan jati milik pemerintah Belanda. Fakta yang mendukung adanya tanah GG yang saat ini menjadi milik rakyat dan oleh Yudo Taruno Demang pertama dan terakhir diberi nama Banjarsari, karena pada waktu itu rumah-rumah penduduk dusun ini masih berkelompok-kelompok/berbanjar. Yudo Taruno yang keturunan Raden Gagak Taruno dari Keraton Surakarta.

 

Desa Reksosari

Keterangan lain mengenai desa Reksosari menyatakan bahwa Desa Reksosari dulunya adalah gabungan/blengketan dari empat Kademangan, yaitu Kademangan Dusun Reksosari, Kademangan Dusun Karangsalam, Kademangan Dusun Kepundung, dan Kademangan Dusun Banjarsari. Fakta yang mendukung kenyataan sejarah ini adalah tersebarnya tanah bengkok Lurah di empat lokasi dusun tersebut. Dan pada saat penggabungan kademangan oleh pemerintah Belanda maka diadakan pemilihan Lurah yang diikuti oleh keempat Demang dengan cara rakyat yang mempunyai hak pilih berderet dibelakang calon dan dimenangkan oleh Demang Abdul Fatakh, karena dimenangkan calon dari Kademangan Reksosari maka desa ini diberi nama Reksosari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s